RAJA
"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." - Amsal 25:2
"Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini." - Amsal 21:1
"Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu." - 1 Petrus 5:3
"Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan
Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk
bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." - Wahyu 3:21
"Karena aku (hikmat) para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan." - Amsal 8:15
"Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah." - Amsal 14:28
"Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja." - Amsal 22:11
"Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah." - Amsal 16:10
"Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi." - Amsal 16:15
"Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: 'Apakah yang baginda buat?'" - Pengkotbah 8:4
Introduksi
Keenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny
dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan,
biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun
karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga
kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut
meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan
ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk
lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan
tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang
benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh
ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang
sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi
berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam &
terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Raja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk
menjadi Raja dan Teladan dalam sebuah komunitas pelayanan. Panggilan
dengan kandungan hikmat, pengertian, dan nasihat yang terkaya, melebihi
kelima jenis panggilan lainnya. Menggambarkan secara lengkap kemuliaan
dari tujuan Tuhan yang semula.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Salomo bin Daud; raja-raja Yehuda, raja-raja Israel
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Raja adalah seorang yang kharismatis, visioner -
mampu mengenali sebuah potensi yang bahkan masih tersembunyi bagi
kebanyakan orang namun terlihat jelas baginya - entah itu dalam diri
seseorang maupun atas suatu perkara lainnya (potensi alam, potensi
bisnis, dan sebagainya), strategik & terencana, hati &
pikirannya bijaksana, berwawasan luas dan sangat siap atas berbagai
kemungkinan dalam berbagai perkara. Karena tipe Raja yang gemar
menyelidiki segala sesuatu maka tidak ada sesuatu yang mengherankan
maupun sesuatu yang baru baginya.
Kharisma dan segala kekayaan batiniah bawaannya menyebabkan Raja secara
natural mulai memimpin orang-orang di sekitarnya, mulai dari komunitas
yang kecil hingga komunitas yang lebih besar. Hikmat dan pengertian
sudah seperti tertanam di dalam dirinya sejak lahir.
Cara Raja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Raja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam
Firman,
Roh Kudus, hati hamba (Hineni), rendah hati, murah hati, mudah
mengampuni, menghargai dengan benar hal-hal yang bahkan kelihatan remeh
atau kecil, memiliki kepedulian di atas rata-rata, memiliki kewaspadaan
di atas rata-rata. Raja adalah panggilan yang pada destiny-nya akan
memiliki segalanya dan jatahnya yang terbesar dibanding kelima panggilan
lainnya, itulah sebabnya tuntutannya juga paling besar. Kuasa &
kuasa perkataan Raja, pada level tertentu, sangat menetukan segala
sesuatunya. Ketika Tentara harus tampil di garis depan, maka Raja
tampil di atas dan juga di bawah. Raja adalah perencana yang terlaksana,
sementara Tentara adalah pelaksana yang terencana.
Panggilan Raja ini sebenarnya sangat menjebak, harus dibedakan antara
Panggilan Raja dengan Level Raja. Orang yang memiliki panggilan Raja
belum tentu seorang Raja, namun orang yang mencapai Level Raja - apapun
panggilannya - dialah yang dapat disebut Raja-Raja muda-Nya. Jadi sangat
diharapkan bahwa Gereja dan orang-orang percaya tidak salah dalam
panggilannya. Sebagai gambaran umum, komposisi masing-masing panggilan
dalam suatu komunitas pelayan adalah sebagai berikut, Pilar 1-3%, Imam
4-6%, Pekerja 48-52%, Tentara 30-35%, Raja 4-6%, dan Mempelai 4-6%.
Dengan demikian mayoritas tugas gereja adalah bekerja dan berperang
sedangkan tugas keimaman, kepemimpinan dan yang lainnya adalah minoritas
yang harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna.
"Ambisi"
seorang Raja adalah menguasai sebanyak dan seluas mungkin segala
sesuatunya untuk dikelola secara benar sesuai dengan kehendak Kristus,
membawa kedamaian dan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat yang
dipercayakan kepadanya untuk dipimpin olehnya.
Raja Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang
percaya yang kekuatan
sekundernya adalah Raja (panggilan utamanya BUKAN Raja) dapat
memanfaatkan kekuatan Raja dalam dirinya untuk menopang panggilan
utamanya. Sebagai contoh, seorang Mempelai yang tugasnya tampil kudus,
cantik dan indah untuk memperoleh perkenanan Tuhan, dengan Raja
sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Mempelainya akan semakin
bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara
Raja yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut
merespon dengan benar maka kekudusan, keintiman, perkenanan dan berbagai
berkat rohani & jasmani dalam hidupnya akan semakin bertambah.
Begitu
pula jika orang tersebut memiliki panggilan Pekerja, maka kepercayaan,
pekerjaan-pekerjaan, kesempatan-kesempatan, tanggung jawab, skill, hikmat dan berkat-berkat jasmani akan makin ditambahkan.
Raja Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua
panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam,
Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya.
Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang
percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Raja lemah atau
terlemah, maka sangat dibutuhkan hikmat, pengertian dan pewahyuan
melalui perenungan dan penyelidikan akan Firman Allah yang hidup.
Biasanya orang tersebut malas dan merasa cukup untuk memperoleh rhema
dari kotbah-kotbah secara reguler, padahal ia sering merasa butuh
tambahan pengetahuan dan jawaban ketika ia menghadapi berbagai masalah
baik dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup
untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup
tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.
Pengakuan Panggilan Raja
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Raja-Raja muda di bawah kehendak Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan pengakuan panggilan raja setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.
TENTARA
"Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada
padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke
negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya." - Bilangan 14:24
"Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku." - Kisah Para Rasul 13:22
"Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?" - Yoel 2:11
"Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya." - Yoel 2:7
"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit
yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal
penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya." - 2 Timotius 2:3-4
Introduksi
Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja
untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny
dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan,
biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun
karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga
kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut
meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan
ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk
lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan
tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang
benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh
ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang
sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi
berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam &
terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Tentara adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang
untuk menjadi Tentara atau Prajurit dalam sebuah komunitas pelayanan.
Dirancang untuk berdiri di garis depan dari seluruh bala tentara-Nya,
bergerak maju menerobos pertahanan musuh, menduduki daerah musuh dan
menjarah seluruh kekayaan musuh.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Yosua bin Nun, Kaleb bin Yefune, Yefta - Orang Gilead, Raja Daud, Yonatan bin Saul bin Kish, Rasul Paulus
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran
umum seorang Tentara adalah bahwa ia mengabdi secara total
(sepenuhnya), berani mati, berani ambil resiko, suka berkonfrontasi
(secara terbuka) dan tahan menderita. Memiliki mental kepahlawanan dan
jiwa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang. Dalam hal
karunia-karunia roh, kelompok Tentara biasanya lebih mengenal dan lebih
akrab dengan fenomena-fenomena alam roh (gaib) seperti
penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi bahkan efek sensasi secara fisik
dari berbagai manifestasi alam roh.
Tentara pada level awal cenderung bernalar rendah, hal ini baik karena
ia dituntut untuk taat secara total tanpa memikirkan resiko yang akan
maupun sedang dihadapi. Namun semakin tinggi levelnya, maka strategi dan
ketangkasannya berperang akan semakin hebat.
Sejak awal pertobatannya, Tentara menyadari bahwa hidupnya bukanlah
dirinya lagi melainkan untuk Kristus. Ia percaya bahwa kehidupan setelah
keselamatan adalah kesempatan kedua yang mungkin tidak akan terulang
lagi, seperti orang yang dihidupkan dari kematian (jasmani). Itu
sebabnya bahwa kematian tidaklah menjadi halangan baginya untuk terus
maju dalam kegerakan bersama Allah.
Cara Tentara Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Tentara memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam
Firman,
Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan lebih gigih daripada kelima
panggilan lainnya, serta mengikuti dan berjuang dengan sepenuhnya tanpa
memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya. Gelora (passion)
adalah segalanya bagi Tentara, setiap tindakan yang dilakukannya bagi
Tuhan tidak boleh tidak disertai dengan gelora cinta di hatinya. Tentara adalah pelaksana yang terencana, sementara Raja adalah perencana yang terlaksana. "Ambisi"
seorang Tentara adalah memuaskan hati Komandannya.
Tentara Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan
sekundernya adalah Tentara (panggilan utamanya BUKAN Tentara) dapat
memanfaatkan kekuatan Tentara dalam dirinya untuk menopang panggilan
utamanya. Sebagai contoh, seorang Raja yang bertugas dengan hikmat dan
pengertian untuk memerintah dengan bijak, melipatgandakan benih dan
talentah serta memperluas teritori semua yang dipercayakan di hadapan
Tuhan, dengan Tentara
sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Rajanya akan semakin
bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara
Tentara yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut
merespon dengan benar maka hikmat, pengertian, pewahyuan ilahi, kekayaan
jasmani, perluasan teritori bahkan keteladanannya akan semakin
bertambah-tambah.
Begitu
pula jika orang tersebut memiliki panggilan Imam, maka karunia-karunia
rohani, jarahan, kedudukan rohani, jiwa-jiwa yang diselamatkan akan
semakin banyak ditambahkan kepadanya.
Tentara Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua
panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam,
Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya.
Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang
percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Tentara lemah atau
terlemah, maka orang tersebut harus mempelajari berbagai hukum dan
strategi peperangan (rohani) yang tertulis terutama pada Kitab-Kitab
Perjanjian Lama, Kitab Kisah Para Rasul dan Surat-Surat Rasul Paulus.
Biasanya orang tersebut sulit untuk mengerti dan menerima bahwa kuasa
secara alam roh bahkan lebih nyata daripada alam jasmani. Juga bahwa
dalam alam roh ada protokoler-protokoler yang memang harus ditaati dan
diikuti dengan pengertian yang benar. Padahal Alkitab (Efesus 6:12) jelas menulis bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup
untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup
tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.
Pengakuan Panggilan Tentara
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Tentara Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan pengakuan panggilan raja setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.
PEKERJA / PENUAI
"Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2
"Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." - Kejadian 39:6
"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15
Introduksi
Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja
untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny
dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan,
biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun
karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga
kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut
meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan
ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk
lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan
tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang
benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh
ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang
sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi
berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam &
terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Pekerja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap
seseorang untuk menjadi Pekerja atau Penuai dalam sebuah komunitas
pelayanan. Biasanya ia diutus lebih awal daripada keempat panggilan
lainnya (Imam, Tentara, Raja & Mempelai) untuk menyiapkan pra-sarana
dan sarana dalam melakukan misi Kerajaan Allah yang bersifat praktikal
dan lebih banyak di area market place - swasta maupun pemerintahan.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Yusuf bin Yakub bin Ishak bin Abraham, Daniel, Hananya, Misael, Azarya,
Marta - Saudari Maria & Lazarus, Rasul Markus, Timotius - murid
Rasul Paulus.
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran
umum seorang Pekerja adalah bahwa biasanya ia dipisahkan secara
temporer dari keluarga maupun komunitasnya yang semula. Yusuf
diasingkan menjadi budak di Mesir, Daniel dan ketiga rekannya menjadi
orang pilihan dan kepercayaan para raja kafir di masa pembuangan.
Seorang Pekerja ia sangat tangguh, bekerja keras, sangat rajin, memiliki
passion yang besar untuk memberitakan Firman kepada siapapun
terutama orang asing yang bahkan belum dikenalinya tanpa merasa malu
maupun merasa asing.
Ia sejak awal dirancang
untuk mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking
dan cenderung ingin dihargai hasil pekerjaannya. Penghargaan tersebut
biasanya bahkan lebih berupa sekedar pengakuan ketimbang bayaran uang.
Sikap hatinya cenderung lebih sanguin-koleris.
Cara Pekerja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pekerja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam
Firman,
Roh Kudus, kesetiaan, menjaga kekudusan serta tidak membiarkan dirinya
dinajiskan oleh perkara yang tesedia untuk menggodanya. Sebagai contoh,
Yusuf tidak menajiskan diri dengan menghindari rayuan istri Potifar.
Daniel dan ketiga rekannya tidak menajiskan diri dengan santapan raja
dan minuman anggur yang biasa diminum raja. "Ambisi"
seorang Pekerja adalah dipercayakan sebanyak mungkin pekerjaan dan
tanggung jawab serta melihat kepuasan dari orang-orang yang dilayaninya.
Pekerja Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan
sekundernya adalah Pekerja (panggilan utamanya BUKAN Pekerja) dapat
memanfaatkan kekuatan Pekerja dalam dirinya untuk menopang panggilan
utamanya. Sebagai contoh, seorang Tentara yang tugasnya menahan kekuatan
lawan, menghabisi kekuatan musuh dan memperluas teritori sesuai komando
yang ada di atasnya di hadapan Tuhan, dengan Pekerja
sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Tentaranya akan semakin
bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara
Pekerja yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut
merespon dengan benar maka kepekaan, karunia-karunia, senjata-senajata
rohani dan strategi peperangan serta
berkat-berkat rohani & jasmani ketentaraanya akan bertambah-tambah.
Begitu
pula jika orang tersebut memiliki panggilan Pilar, maka kekuatan, iman,
daya tahan, kesetiaan dan kekayaan jasmani akan ia terima sejalan
dengan respon sikap hatinya.
Pekerja Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua
panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam,
Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya.
Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang
percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Pekerja lemah atau
terlemah, maka sangat dibutuhkan keuletan, ketekunan, kerajinan dan
kerelaan menderita bersama
Kristus. Biasanya orang tersebut cenderung malas, suka menghindari
proses, tidak bersedia direpotkan dan memiliki keengganan yang besar
(terutama menghadapi orang asing maupun perkara baru). Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup
untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup
tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.
Pengakuan Panggilan Pekerja
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Pekerja & Hamba Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan pengakuan panggilan rajasetiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.
IMAM
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. - Ibrani 2:17
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam
besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita,
sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. - Ibrani 4:15
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. - 1 Petrus 2:9-10
Introduksi
Keenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny
dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan,
biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun
karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga
kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut
meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan
ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk
lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan
tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang
benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh
ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang
sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi
berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam &
terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Imam adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk
menjadi Imam atau Juru Damai dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia
bersedia berlutut di hadapan Allah dan manusia supaya belas kasihan
Tuhan diturunkan dan murka Allah dilewatkan.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Anak Manusia - Kristus Yesus Tuhan, Imam Besar Harun, Samuel bin Elkana, Nehemia, Ezra, para abdi Allah dan imam-imam lain.
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Imam adalah cenderung manusiawi (nilai
perikemanusiaan yang lebih dari rata-rata), lebih peduli dan berbelas
kasihan terhadap orang lain, paling mudah mengampuni dan rela berkorban
di hadapan Allah dan orang lain. Yesus Kristus sebagai Anak Manusia yang
akhirnya harus mati di atas kayu salib adalah contoh yang sempurna.
Seorang Imam, pada level yang sama, mengenal Hati Bapa lebih daripada
kelima panggilan lainnya. Ia juga mampu mengenali penderitaan orang lain
melalui sudut pandang Hati Bapa tersebut. Kekuatannya adalah belas
kasihan dan roh pengertian yang besar dalam hatinya.
Cara Imam Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Imam memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman,
Hati Bapa,
Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan
perintahkan setiap kali. Ia mampu memandang kemanusiawian Gereja dari
sudut pandang keilahian Tuhan dengan tepat. "Ambisi"
seorang Imam adalah mendapati bahwa belas kasihan, pengampunan,
pertobatan dan keselamatan yang dari Allah tergenapi atas kaum dan
bangsanya sekaligus dijauhkan dari cawan murka Allah.
Imam Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan
sekundernya adalah Imam (panggilan utamanya BUKAN Imam) dapat
memanfaatkan kekuatan Imam dalam dirinya untuk menopang panggilan
utamanya. Sebagai contoh, seorang Pekerja yang tugasnya adalah dengan
giat dan kerja keras menyediakan pra-sarana dan sarana bagi misi
Kerajaan Allah dalam berbagai bidang dan level, dengan Imam
sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Pekerjanya akan semakin
bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara
Imam yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut
merespon dengan benar maka tanggung jawab, pekerjaan, skill, upah dan teritori yang berkaitan dengan pekerjaannya akan semakin ditambahkan dan diperluas.
Begitu
pula jika orang tersebut memiliki panggilan Mempelai, maka kerinduan,
keintiman, perkenanan, roh takut akan Allah dan kekudusan dalam hidupnya
akan terus meningkat.
Imam Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua
panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam,
Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya.
Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang
percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Imam lemah atau
terlemah, maka sangat dibutuhkan pengenalan akan Hati Bapa lebih dalam
lagi, roh belas kasihan dan kerelaan menderita seperti Domba Kristus.
Biasanya orang tersebut kurang memiliki belas kasihan, lebih sulit
mengampuni, tegas bahkan kadang cenderung kejam. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk
memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.
Pengakuan Panggilan Imam
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Imam Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan pengakuan panggilan raja setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.
PILAR / SOKOGURU
"Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di
tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam
kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang
menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang
mati itu." - Perkataan Bani Het kepada Abraham, 2.000 tahun SM - Kejadian 23:6
"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru
di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ;
dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu
Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang
baru." - Wahyu 3:12
"Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya
membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan
Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang
dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan
TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" - Rut 4:11-12
"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di
atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak
akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang
kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di
dunia ini akan terlepas di sorga." - Matius 16:17-19
Introduksi
Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja
untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny
dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan,
biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun
karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga
kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut
meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya
untuk lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah
Tuhan tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui
panggilannya yang benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan
sikap hati yang penuh ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan
berjalan dalam ketepatan yang sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani
dan jasmani dan menjadi berkat, pembawa damai, memberi dampak dan
pengaruh besar - garam & terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Pilar adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap
seseorang untuk menjadi Pilar atau Sokoguru dalam sebuah komunitas
pelayanan. Biasanya ia membangun dari awal dan menjadi penopang bagi
panggilan-panggilan lainnya dalam mengembangkan Kerajaan Allah di tempat
yang telah ditetapkan.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Rut, Rasul Petrus
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran
umum seorang Pilar adalah bahwa ia dipisahkan secara permanen dari
identitas maupun komunitasnya yang semula. Abraham dipanggil keluar dari
Ur-Kasdim, Rut menanggalkan kebangsaan dan allahnya, begitu juga Rasul
Petrus. Seorang Pilar sangat tekun mengikut, sangat sabar menantikan
(kehendak) Tuhan, sangat
tenang - memiliki iman yang di atas rata-rata karena pengalamannya
berjalan bersama Tuhan yang begitu nyata; ia juga bisa dipercaya, sangat
setia dalam segala situasi dan segala perkara.
Ia sepertinya sejak awal dirancang
untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab dan penderitaan juga memiliki daya tahan yang di atas rata-rata, itu sebabnya,
pada level yang sama, ia memiliki pengenalan akan Tuhan daripada kelima panggilan
lainnya. Sikap hatinya cenderung lebih pleghmatis ketimbang kelima panggilan lainnya.
Cara Pilar Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pilar memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman,
Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan
perintahkan setiap kali. Ia mampu berdiam diri berjam-jam tanpa mengeluh
untuk menantikan respon Tuhan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang
sudah dibentuk sejak awal bahkan tanpa disadari sebelumnya. "Ambisi"
seorang Pilar adalah didapati oleh Tuannya bahwa ia setia sampai akhir.
Pilar Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Pilar (panggilan utamanya
BUKAN Pilar) dapat memanfaatkan kekuatan Pilar dalam dirinya untuk
menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Imam yang tugasnya
mendamaikan dan menaruh belas kasihan bagi orang lain di hadapan Tuhan,
dengan Pilar sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Imamnya akan
semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan
perkara-perkara Pilar yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali
orang tersebut merespon dengan benar maka pengenalan akan Tuhan dan
belas kasihan serta berkat-berkat rohani keimamannya akan
bertambah-tambah.
Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Raja, maka hikmat,
pengertian, pewahyuan serta kemampuan melipatgandakan dan perluasan
teritori akan ia terima sejalan dengan respon sikap hatinya.
Pilar Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua
panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam,
Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya.
Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang
percaya tidak sama.
Bagi mereka yang memiliki Sisi Pilar lemah atau
terlemah, maka sangat dibutuhkan iman dan kerelaan menderita bersama
Kristus. Biasanya orang tersebut sulit untuk percaya dan menyerah dalam
kehendak Kristus, pikiran manusiawinya masih lebih dominan daripada iman
pengenalannya akan Tuhan. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup
untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup
tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki
Level Raja-Raja.
Pengakuan Panggilan Pilar
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Pilar Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan pengakuan panggilan pilar setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut
MEMPELAI
"Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu." - Yesaya 62:5
"Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk
menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan
bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu
digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan." - Ester 2:12
"Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain,
dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara
lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan
mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti." - Ester 2:17
"Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba ... " - Ester 5:8a
"Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah ... " - Ester 8:5a
Introduksi
Keenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny
dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan,
biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun
karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga
kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut
meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan
ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk
lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan
tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang
benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh
ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang
sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi
berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam &
terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang
merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Mempelai adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang
untuk menjadi Mempelai atau Kekasih dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia
dituntut mampu memikat hati Tuhan dan memperoleh perkenanan Tuhan
dengan kekudusan dan keindahan yang bahkan bisa ditampilkan di atas
panggung dunia.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Ratu Ester, Maria - Saudari dari Marta dan Lazarus, Rasul Yohanes, Gereja - Umat Tuhan secara korporat.
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran
umum seorang Mempelai adalah seorang yang mengejar hati Tuhan dengan
kekudusan, menantikan kehendak dan keputusan dengan setia, memperlakukan
Tuhan dengan keintiman yang penuh keindahan, romansa, afeksi dan
gairah. Seorang Mempelai memiliki kesukaan untuk diam di bawah kaki
Tuhan dan piawai dalam melayani sisi keallahan Tuhan Yesus, sementara
Pekerja piawai dalam melayani sisi kemanusiaan Tuhan Yesus. Dalam hal
kekudusan dan hidup kudus, seorang Mempelai dikenal tidak berkompromi.
Hal ini berbeda dengan seorang Raja yang karena kebijaksanaan dan
kayanya pertimbangan dalam dirinya sehingga terkesan lebih berkompromi.
Mempelai sepertinya sejak awal dirancang
untuk hidup kudus di atas rata-rata, menyukai keindahan dan seni juga
di atas rata-rata, dan memahami dengan sepenuhnya hak dan kewajibannya
sehingga dapat memperoleh perkenanan dengan legalitas yang sah.
Cara Mempelai Memperoleh Perkenan Tuhan
Seorang Mempelai memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam
Firman,
Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan kekudusan dan keintiman yang lebih dari rata-rata. Perkenanan Tuhan
adalah segalanya bagi Mempelai, setiap tindakan yang dilakukannya bagi
Tuhan semata-mata untuk memikat hati Raja di atas segala raja, persis
seperti seorang kekasih atau seorang isteri yang hendak menyukakan hati
suaminya. "Ambisi"
seorang Mempelai adalah memperoleh perkenanan Tuhan secara utuh dan
memikat hati Tuhan dengan penampilannya yang indah sempurna sehingga
dapat dianggap pantas menjadi kebanggaan Tuhan sendiri.
Mempelai Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang
percaya yang kekuatan
sekundernya adalah Mempelai (panggilan utamanya BUKAN Mempelai) dapat
memanfaatkan kekuatan Mempelai dalam dirinya untuk menopang panggilan
utamanya. Sebagai contoh, seorang Pilar yang tugasnya membangun dan
menjadi penopang bagi kelima panggilan lainnya di hadapan Tuhan, dengan
Mempelai
sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Pilarnya akan semakin
bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara
Mempelai yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut
merespon dengan benar maka iman, kesetiaan, daya tahan, hikmat dan
kekayaan rohani dan jasmani serta keintiman dengan Tuhan akan semakin
bertambah.
Begitu
pula jika orang tersebut memiliki panggilan Tentara, maka kepekaan,
kecerdasan rohani, karunia-karunia, senjata-senjata, kenaikan pangkat
dan kekayaan jasmaninya akan makin ditambahkan.
Mempelai Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua
panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam,
Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya.
Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang
percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Mempelai lemah
atau
terlemah, maka sangat dibutuhkan kemauan keras dan pemaksaan untuk rela
hidup lebih kudus, lebih bergairah terhadap Kristus, tampil indah dalam
kesempurnaan di hadapan Allah.
Biasanya orang tersebut sulit menjaga kekudusan, sulit hidup kudus,
sulit untuk diminta berpuasa, malas untuk tampil lebih baik apalagi
tampil sempurna sesuai yang diminta Tuhan dalam hidupnya. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup
untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup
tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.
Pengakuan Panggilan Mempelai
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Mempelai Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan pengakuan panggilan mempelai setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.
FILOSOFI 6 PANGGILAN
"Sebab sama seperti pada satu tubuh
kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai
tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain." - Roma 12:4-5
"Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus." - 1 Korintus 12:12
"Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu
oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap
anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih." - Efesus 4:16
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah." - Kolose 3:15
"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir
dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku
untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." - Kisah Para Rasul 20:24
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." - 2 Timotius 4:7
Mungkin bagi sebagian besar kalangan Gereja saat ini, istilah Enam
Panggilan masih terdengar sangat asing dan tidak heran jika masih banyak
yang menilai bahwa hal tersebut tidak alkitabiah. Enam Jenis Panggilan
memang merupakan pewahyuan baru yang sangat alkitabiah yang Tuhan
bukakan sendiri bagi Gereja-Nya terutama di Indonesia untuk memandu dan
mendukung umat Tuhan di akhir dari Akhir Zaman dalam mempersiapkan
segala sesuatunya untuk menyambut Yesus Kristus Tuhan yang ke-2 kalinya.
Tuhan ingin bahwa semua umat-Nya mencapai garis akhir dengan kuat,
menyelesaikan tugas dan menggenapkan semua janji sampai pada
kesempurnaan.
Enam Panggilan terkait erat dengan rencana dan destiny yang Tuhan tetapkan bagi Gereja, baik secara personal maupun korporat dalam berbagai ukuran dan level yang berbeda-beda.
Keenamnya memiliki keunikan, kekuatan dan kelemahan masing-masing, jadi
sebuah panggilan tertentu tidak lebih baik daripada panggilan lainnya.
Idealnya, dalam sebuah komunitas pelayanan keenam panggilan harus ada
dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Karena kerinduan Tuhan
adalah melihat Generasi Terakhir ini memiliki kerendahan hati dan
kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna seperti Allah Tritunggal.
Dalam penyusunan deskripsi Enam Panggilan, saya mengerjakan berdasarkan
urutan kemunculannya baik di dalam sejarah yang tertulis Alkitab maupun
idealisme layaknya sebuah komunitas pelayanan. Pilar selalu yang paling
dahulu, karena tanpanya tidak akan terbentuk sebuah bangunan ilahi
Gereja. Kemudian Imam, Pekerja, Tentara, Raja dan yang terakhir adalah
Mempelai, karena pada akhirnya secara korporat dan individu kita
dipersatukan dengan Yesus Kristus dalam Pernikahan Anak Domba.
Konsep Enam Panggilan bukan untuk meniadakan Lima Jawatan (Rasul, Nabi,
Penginjil, Gembala & Guru), namun untuk menyempurnakannya. Saya
mengibaratkan Konsep Lima Jawatan sebagai "hujan awal" di masa awal
Gereja muncul, sedangkan Konsep Enam Panggilan sebagai "hujan
akhir"-nya. Bahkan sebenarnya Enam Panggilan sudah ada lebih dahulu
sebelum adanya Lima Jawatan. Abraham, Ishak & Yakub adalah
pribadi-pribadi dengan panggilan Pilar; Raja Salem Melkisedek, Harun
& Samuel bin Elkana adalah para Imam yang luar biasa; Yosua, Kaleb,
Yefta & Daud adalah Tentara yang memuaskan hati-Nya dan seterusnya.
Semuanya dirancang untuk tampil maksimal pada masa akhir sekarang ini.
Tuhan Yesus Kristus, seorang pribadi yang sempurna, memiliki segalanya.
Di dalam diri-Nya terkandung Lima Jawatan sekaligus Enam Panggilan.
Demikian juga kita sebagai Gereja-Nya juga memiliki 11 unsur
Jawatan-Panggilan tersebut, hanya saja kadar masing-masing unsur pada
masing-masing individu berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor
dalam dirinya. Ketika orang percaya semakin bergaul dengan Firman, Roh
Kudus, memperdalam keintiman dan makin menanggalkan beban dan dosa, maka
kesebelas unsurnya akan semakin sempurna sesuai dengan kehendak-Nya.
Oleh karena itu, kejarlah Pribadi-Nya, ingini Dia lebih lagi, datanglah
kepada-Nya sesering mungkin selagi masih ada kesempatan di waktu yang
semakin singkat ini. Tuhan memberkati.
Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan